JOURNAL JATIM

Bantuan Covid 19 Tahap Ke Tiga Tidak Jelas Puluhan PKL Arlan Mengadu Ke Mabes NGO Pamekasan

Jurnal.5
Jumat, 28 Mei 2021, 17:30 WAT
Last Updated 2021-05-28T10:30:58Z

Pamekasan //- Puluhan Pedagang kaki lima (PKL) Arek Lancor ( Arlan ) Pamekasan mendatangi Markas Besar (Mabes) Non Government Organisation (NGO),di Jl Jokotole,Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur pada hari Jumat,(28/05/2021).

Maksud kedatangan perwakilan PKL Arlan untuk meminta pendampingan perihal kebijakan Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Pamekasan yang dalam hal ini Bupati pamekasan terkait dengan status para PKL pasca penutupan atau penggusuran para PKL Arlan yang sampai hari ini status posisi aktivitasnya belum jelas.

Salah satu dari perwakilan PKL Bapak Agus yang biasa berjualan es cincau diarea Arek Lancor menyampaikan keluhannya di depan pengurus Mabes NGO,bahwa dirinya merasa kecewa atas kebijakan Pemkab Pamekasan yang seakan menganak tirikannya.


"Saya terus terang sangat kecewa kepada Pemkab Pamekasan,khusunya Bupati Pamekasan Mas Badrud,kami dilarang berjualan di sekitar area Arlan namun belum ada tempat  relokasi,kami ini semua pedagang sdh 1 thn Lebih ini belum kami berjualan tidak tempat yang jelas,bahkan ada tempat relokasi PKL Arlan di ex Rumah Sakit lama sampai saat ini masih belum bisa ditempati, sehingga nasib kami tak jelas bahkan ada dari teman kami juga selama setahun lebih tidak berjualan karena sudah mengindahkan himbauan  Pemerintah dengan alasan kondisi masih pandemi Covid 19" Keluhnya. 

Lebih lanjut Mochtar juga salah satu perwakilan PKL yang lain menyatakan,"pada awal masa pandemi covid 19 Pemkab Pamekasan menghimbau agar aktivitas di Arlan untuk sementara ditutup sampai waktu yang tidak ditentukan, disitu Pemkab akan memberikan bantuan uang tunai sebesar 300 ribu ditambah sembako seharga 300 ribu jadi jumlahnya 600 ribu,tapi kenyataannya sampai hari ini Pemkab Pamekasan hanya memberikan bantuan tersebut hanya dua kali.


Juga Mochtar menambahkan,"Saya rasa Pemkab Pamekasan ini rasa keadilan tidak ada,Pemkab Pamekasan hanya berpihak kepada pengusaha berduit,sedangkan kami rakyat kecil yang kehidupan sehari - harinya tergantung dari hasil berjualan tidak pernah di perhatikan,bahkan seakan - akan rakyat kecil sangat gampang untuk disingkirkan,"tambahnya.

Sementara ketua Mabes NGO Zaini Wer-wer Melalui ketua Bidang Advokasi dan Humas mabes NGO (non governtment organisation) Khairulkalam,Besit daeng dan Taufik menyampaikan bahwasanya kami siap mengkawal apa yang menjadi keluh kesah dan persoalan kawan kawan PKL Arlan kepada pemkab pamekasan yang dalam hal ini Bupati Pamekasan.

"Kami juga atas nama keluarga Besar Mabes NGO pamekasan menyampaikan terimakasih atas kedatangannya di kantor kami dan atas kepercayaannya masyarakat khusus PKL Arlan yang mana hari ini datang kepada kami,dan mudah mudahan allah swt selalu memberikan kemudahan,kelancaran dan perlindungan bagi kita semua," tandasnya.



Laporan : (Ahd/Rud)

TrendingMore