Berita Video

Bocah umur 4 tahun penderita Sayaraf Kecepit Warga bungko butuh bantuan biaya

Jurnal.5
Jumat, 27 Agustus 2021, 18:41 WAT
Last Updated 2021-08-27T11:53:15Z



Cirebon- Jurnal5, - Sungguh malang nasib bocah penderita Sayaraf kecepit, Casini (4) Perempuan, asal warga desa bungko Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon. Di usianya yang masih empat tahun ia tidak bisa menitmati masa indah seperti layaknya anak anak pada umumnya. 


Kondisinya kini sangat memprihatinkan pasalnya tubuhnya seeing mengalami kesakitan tangis histeris yang tak lagi mampu menopang. Ia hanya menghabiskan hari hari nya tak berdaya terbaring lemas. meski pihak keluarga sudah berusaha berobat. 

Meski demikian, Bapak Kamari dan Ibu Mari selaku Nenek dari Casini, sudah berusaha maksimal demi kesembuhan cucunya tersebut, terkadang kitaini merasa kasihan walaupun dihatinya masih bisa tersenyum ketika melihat cucunya dapt tersenyum Dengan kesakitan yang dideritanya, walaupun tidak lepas dari gendongan atau pangkuan kita, Jumat (27/8/2021.

Saat Pejabat Kuwu Desa bungko Bp. Jaso bersama Bhabinkamtibmas Polsek Kapetakan Polres Cirebon kota Aipda Moh. Carmo menggandeng Babinsa Koptu Usman Koramil 2021/Suranenggala Kodim 0620/Kabupaten Cirebon.  Melaksanakan kunjungan kerumah kediaman warga  RT. 02. RW. 03. Desa binaanya mereka semua nampak terharu dan ikut bersedih melihat kondisi bocah tersebut. 


Menurut, Mari Nenek bocah penderita Sayaraf Kecepit itu Nampak menahan sesak didada. Kita sebagai Nenek yang dari Kecil merawatnya ingin melihat cucunya bermain layaknya bocah seusianya tapi, Carini dan Bp. Kamari tak bisa berbuat banyak, karena keterbatasan biaya membuatnya bingung, untuk membawanya kerumah sakit lagi, sebab sudah beberapa kali kita berobat ke rumah sakit hingga kini masih belum bisa sembuh, ungkapnya dengan nada rendah sembari air matanya menetes. Jumat (27)) 

Masih menurutnya, " Waktu umur 4 bulan bocah perna mengalami penyakit panas, tetapi keterbatasan biaya membuat keluarga kami termasuk ibundanya Casini (4) tidak bisa apa apa, sehingga berobat sampai dengan Operasi tidak lagi dilanjutkan, karena keterbatasan biaya, katanya. 

Kami keluarga ingin sekali melanjutkan Operasi tapi, apalah daya kami pihak keluarga hanyalah pekerja serabutan, mana cukup untuk biaya berobat untuk kebutuhan sehari hari saja kadang Ada kadang Ngga, buat makan. Keluhnya, 



Laporan: Wadira

TrendingMore