Wisata

Sejarah Puyang Sukahati Dan Putri Dayang Rindu menurut beberapa nara sumber dan kacamata batin Trisula.

Jurnal.5
Minggu, 05 September 2021, 13:03 WAT
Last Updated 2021-09-05T23:33:01Z


Jurnal5.com - Tempat pemakaman Puyang Sukahati berada di air terjun  Putri Dayang Rindu,
Bertempat di Desa Gumawang Kecamatan Rambang Niru Kabupaten Muara Enim.

Alkisah, Puyang Sukahati adalah salah satu hulu balang Putri Dayang Rindu. Puyang Sukahati berasal dari Desa Banuayu, pada masa itu saat rie niru atau rie Carang mempertahankan Putri Dayang Rindu Dari Sultan palembang terjadilah pertumpahan darah singkat kata setelah mereka dikalahkan Sultan Palembang
Dan  Putri Dayang Rindu Di boyong ke palembang tepat nya di benteng kuto besak
Puyang Sukahati hijrah ke wilayah hutan sodong yang sekarang menjadi perkebunan akalitus PT MHP
dan sampai akhir hayat nya puyang sukahati menetap di sodong

Dan sekarang tempat tersebut menjadi tempat nya para spritual berkunjung dan bertirakat hingga kini banyak para penjiarah dari berbagai daerah yg bermalam disana dengan tujuan tertentu
Seperti asihan dan kelancaran usaha

Berikut ulasan mengenai Putri Dayang Rindu
Di lain kesempatan kita akan bahas tuntas kisah puyang sukahati.

di kerajaan tanjung iran, tersebutlah seorang wanita cantik jelita bernama Putri Dayang Rindu. Ia anak dari Wayang Semu. Kakek nya bernama kerie Carang, merupakan orang terpandang di negeri tanjung iran.

Banyak para lelaki yang bermaksud ingin meminang Putri Dayang Rindu. namun semua yang datang untuk meminang Putri Dayang Rindu selalu di tolak oleh kakeknya Kerie Carang dengan alasan bahwa Putri Dayang Rindu telah di jodohkan dengan Ki Bayi Radin, anak Batin Pasak yang berasal dari daerah Rambang.

Perjodohan Ki Bayi Radin  Dengan Putri Dayang Rindu ternyata tidak semudah itu banyak persyaratan yang harus dipenuhi Ki Bayi Radin,  Karie Carang mengajukan permintak'an yang tidak masuk akal kepada Ki Bayi Radin. Dari sekian banyak persyaratan hanya satu persyaratan yang belum bisa dipenuhi Ki Bayi Radin yaitu membawakan Kerbau bertanduk tiga tentulah ini suatu hal yang mustahil yang dapat dipenuhi. Maka terkatung-katunglah perjodohan Putri Dayang Rindu dengan Ki Bayi Radin.

Pada suatu hari datanglah para rombongan kapal dan perahu dari kerajaan Palembang yang dibawa pimpinan Tumenggung Itam. Dengan sejumlah punggawa dan hulubalang yang membawa amanat dari Pangeran Riya, Raja dari Palembang yang bermaksud untuk meminang Putri Dayang Rindu. 

Para rombongan itu datang untuk menghadap Wayang Semu dan Karie Carang dengan membawakan beberapa aneka sesembahan.

Para rombongan Tumenggung Itam marah dan tak terima ketika niat baiknya ditolak maka terjadilah perang di tanjung iran melawan pasukan dari Palembang, dengan terjadinya peristiwa perang itu Wayang Semu dan Ki Bayi  Radin tewas terbunuh.

TRISULA TEAM

Deni - Rajab

TrendingMore