Berita Terbaru

Ditpolar Baharkam Mabes Polri Tangkap Penjualan BBM Solar Ilegal di Pelabuhan Tegal Jawa Tengah*

Jurnal.5
Jumat, 08 Oktober 2021, 08:13 WAT
Last Updated 2021-10-08T01:13:16Z

Jawa Tengah - 
Tegal - Ditpolair Baharkam Mabes Polri membongkar praktek jual beli BBM solar bersubsidi di Pelabuhan Perikanan Jongor, kota Tegal Jawa Tengah.

Dalam pengungkapan tersebut turut diamankan sejumlah 22 armada truk yng sudah dimodifikasi tangkinya. Dan 3 truk tangki warna biru putih bertulisa PT. Sembilan Muara Abadi Petrolium Gas yng sedang melakukan pengisian solar ilegal ke kapal yng tidak sesuai kriterianya, Senin ( 20/9/2021 ).

Akibat penjualan BBM solar ilegal negara mengalami kerugian mencapai Rp 49.780.000.000.

"Penangkapan ini bermula atas informasi masyarakat bahwa sering terjadi jual beli BBM jenis solar subsidi di Pelabuhan Perikanan Jongor Kota Tegal, yng seharusnya harga BBM Solar non subsidi dari Pertamina perliter Rp 8.000 hingga Rp 9.000. Sedangkan di Pelabuhan Perikanan Jongor Kota Tegal tersebut hanya berkisar Rp 7.500 hingga Rp 7.800," kata Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen M Yassin Kosasih, Kamis ( 7/10/2021 ).

Tim Korpolairud Baharkam Polri pada sore harinya pukul 16.30 memeriksa gudang bongkar muat BBM yng di kelola PT. Sembilan Muara Abadi Petrolium Gas cabang Semarang. Lokasinya berada di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Digudang tersebut ditemukan 19 unit terdiri 14 truk yng dimodifikasi tangkinya dan 5 unit truk tangki warna biru putih bertulisan PT. Sembilan Muara Abadi Petrolium.

"Digudang tersebut turut diamankan tersangka Al selaku penanggung jawab selaku kepala cabang PT.Sembilan Muara Abadi Petrolium, dan tersangka HH selaku staf operasional PT. Sembilan Muara Abadi Petrolium.

Turut diamankan sejumlah barang bukti :

1. 8 unit truk tangki warna biru putih bertulisan PT.Sembilan Muara Abadi Petrolium, dan 14 unit truk modifikasi. 
2. 2 set pompa dan flow beserta selangnya.
3. 2 buah buku catatan operasional PT.Sembilan Muara Abadi Petrolium.
4. 1 flas disk merk Toshiba kapasitas 16gb yng berisi rekaman CCTV SPBU.
5. 4 unit handphone
6. 1 unit kendaraan R4 merk Fortuner  warna putih.
7. BBM Solar subsidi sejumlah 61.400 liter.

"Tersangka dikenakan Pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi Jo Pasal 55 KUHP".

Brigjen Yassin mengatakan para tersangka melakukan pembelian dengan cara mengelabuhi petugas SPBU.

Mereka membeli solar dengan truk yng sudah dimodifikasi tangkinya sehingga setiap pembelian dapat diisi solar subsidi sejumlah Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu.


Dalam satu hari mereka dapat membeli sampai 3 ton dari SPBU setiap truknya.

Dalam kesempatan yng sama PJS area Meneger ommunication Pertamina Martia Mulia Asri mengatakan akibat kegiatan penjualan ilegal itup, Penjualan Pertamina sangat dirugikan dan mengalami penurunan 20% setiap bulannya. Pengungkapan kasus ini diaspresiasi Maneger Supply and Distributon Pertamina Patra Niaga JBT Yatdinal.


( SR )

TrendingMore