PeristiwaRagam Daerah

Miris Bocah 7 Tahun Alami Luka Bakar Serius di Kaki Kanan, Butuh Uluran Tangan

Jurnal.5
Senin, 22 November 2021, 21:30 WAT
Last Updated 2021-11-22T14:32:09Z

Cianjur /Jurnal5 - Masih ingat dengan Muhamad Ridwan (7) anak ke tiga dari pasangan Deudeu (40) dan Sobarna (45) warga Kampung Muhara RT 03/03, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang mengalami luka di kaki bagian Kanan akibat percikan api saat bermain api dan menemukan sepertus bekas petasan lodong.

Menurut Deudeu Ibu Kandung Korban, mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi sudah hampir 7 bulan nanun sampai saat ini belum pernah dibawa ke Rumah sakit karena terbentur biaya.

" Si Ade itu lagi main terus nyalain Api pake plastik, terus sesudah nyala, si Api itu disiram pake sepertus, mungkin sepertusnya nyiprat ke kaki dan 
kecelana jadi kebakar itu kaki dan celananya," kata Deudeu di rumahnya, Senin ( 22/11/21 ).

Dede menjelaskan bahwa peristiwa tersebut sudah 6 bulan dan sekarang menginjak bulan ke 7 namun belum pernah dibawa ke rumah sakit.

" Baru dibawa aja sih ke tukang pijit belum pernah dibawa kerumah sakit, jadi belum tau hasil medis itu seperti apa, namun pihak pemerintahan Desa setempat dengan bidan sudah pernah menengok kesini namun belum bilang apa apa, "  ujar Deudeu ibu Ramdan.

Pada pemberitaan sebelumnya, Deudeu ( ibunda M Ridwan ) sempat bingung dengan pengobatan jika harus dirawat karena ia baru saja melahirkan selain itu Muhamad Ridwan belum terdaftar di BPJS ( KIS ) maka dirinya  bingung dengan perekonomian atau biaya yang harus dikeluarkan.

Namun saat ini ia berharap ada uluran tangan dari para donatur karena melihat kondisi anaknya yang belum bisa berjalan dengan normal dan hanya bisa merangkak dengan kaki yang mengalami luka tersebut.

" Iya saya ingin anak saya sembuh dan bisa berjalan dengan normal seperti biasanya, ingin seperti anak anak yang lainnya dan bisa dapat sekolah," harap Deudeu sembari menangis.

Karena terbentur biaya, Deudeu menyebutkan bahwa saat ini, anaknya tersebut tidak diobati hanya dibiarkan begitu saja, dan hanya trapi biasa belajar jalan, namun yang saya hawatirkan meskipun sekarang anak saya tidak merasa sakit namun takut selamanya berjalan seperti ini, dan sekarang ia sering merasakan gatal.

" Kalo sakit sih engga katanya, cuman paling gatal gitu," tuturnya.

Sementara pihak Desa Sukamulya, Kecamatan Cikalongkulon, melalui Sekdes Sukamulya, Suardi Ardiansyah, mengatakan bahwa sudah mengetahui adanya korban itu, namun menurut keterangan RT setempat, dan Kadus yang bersangkutan tidak mau dibawa kerumah sakit dengan alasan ibunya sedang menyusui anaknya yang baru lahir, dan yang kedua terbentur dengan biaya. Tepi pihaknya waktu itu menyarankan untuk masalah kerumah sakit itu dapat dibantu oleh pihak Desa dengan rujukan ke Dinas Sosial, tetapi kekeh pihak keluarga tetap menolak.

" Dulu pernah ada laporan dari pa RT katanya ada korban seperti itu, terus kita arahkan agar dibawa kerumah sakit aja, namun kata pa RT sama Pak Kadus yang bersangkutan tidak mau, karena yang bersangkutan waktu itu kalo tidak salah sedang menyusui anaknya yang baru lahir repot dan sebagainya, dan faktor yang kedua mungkin karena faktor ekonomi juga, namun disarankan oleh pemerintah desa untuk dibawa kerumah sakit dengan rujukan ke dinas sosial, namun pihak keluarga tidak bersedia karena alasan, repot dan sebagainya," pungkas Sekdes Sukamulya, Suardi di ruang kerjanya, kepada sejumlah wartawan.



Disinggung dengan bersedianya pihak korban ( orang tua ) untuk dapat pengobatan yang serius pihak desa mengatakan bahwa akan membantu mobilitas dan menjembatani rujukan ke Dinas Sosial dengan bantuan TKS juga, karena kebetulan anaknya ( korban ) juga belum terdaftar di BPJS PBI ( Penerima Bantuan Iuran ).

" Terus kemarin alhamdulilah dari pihak karangtaruna sudah menggalang dana dari warga warga dan Masyarakat sekitar dan susah terkumpul sejumlah uang, namun saya juga  belum mengkonfirmasi kepada mereka berapa jumlah uang yang terkumpul, dan mereka juga nanti ketika menyerahkan bantuan, meminta saya untuk mendampingi, tetapi saya untuk saat ini masih ada kegiatan yang lain dan belum bertemu dengan Karangtaruna mungkin nanti akan atur jadwal untuk menghampiri ( mengunjungi ) rumah korban," paparnya.

Namun pihak desa untuk keuangan kami tidak tersedia dana berapa untuk membantu  keluarga yang bersangkutan.

" Namun kami nanti akan membantu administrasi atau mungkin nanti dapat membantu  mobilisasi untuk korban tersebut," tutupnya.Rudiana/zun

TrendingMore