Daerah

PROSPEK BAGUS, PEMKAB DORONG PETANI KEMBANGKAN BUDIDAYA UDANG VANAME

Jurnal.5
Kamis, 11 November 2021, 15:58 WAT
Last Updated 2021-11-11T08:58:50Z


KAJEN -  Prospek market  budidaya ikan payau khususnya udang Vaname sangat menjajikan. Namun hal ini belum dimanfaatkan dengan baik oleh para petani budidya ikan air payau di wilayah pesisir utara Kabupaten Pekalongan terutama di 3 kecamatan seperti Wonokerto Siwalan dan Tirto. Menyikapi hal tersebut, Pemkab Pekalongan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya Ikan Air Payau ( Bimbingan Teknis Budidaya Udang Vaname )Tahun 2021 yang diselenggarakan di aula Dinas Kelautan dan Perikanan,  Kamis (11/11/2021) siang. 

Kegiatan Bimtek dibuka oleh Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH. Dalam Bimtek Budidaya Udang Vaname tersebut sekaligus dilakukan penyerahan bantuan sarana budidaya air payau berupa waring dan bambu, serta bantuan jalan produksi tambak Depok panjang 211 meter secara simbolis oleh Wakil Bupati H Riswadi SH didampingi didampingi Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan dan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan kepada para penerima bantuan.

Dalam sambutannya,Wakil Bupati Riswadi mengungkapkan bahwa banyak keluhan para petani budidaya ikan terkait sarana prasarana dan infrastruktur. “sekitar 2-3 bulan yang lalu kami hadir ke Depok terkait panen udang vaname. Saya lihat ini agak bagus dan menarik dan saya dengar ada prospek kedepan yang lebih baik. Selain itu kami mendengar banyak keluhan baik infrastruktur maupun sarana prasarana. Lalu kamipun memberikan  bantuan maupun edukasi kepada petani udang di daerah sana.” ujar Riswadi mengawali sambutannya.

Riswadi menjelaskan bahwa di dalam APBD Perubahan pihaknya mencoba memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada petani. “Saya melihat bahwa mereka mengangkut hasil panen itu masih dipikul sekitar 300-400 meter baru pakai kendaraan roda dua. Saya minta kepada Dinas Kelautan dan Perikanan untuk membantu, ternyata di APBD penetapan ini mencapai sekitar 500 juta ( 200 juta untuk fisik dan sisanya bantuan waring dan bambu). Semoga dana yang tidak banyak itu bisa bermanfaat dan dalam waktu dekatpun kami akan melihat daerah lain seperti Jeruksari,Mulyorejo dan Api-api. Semua Itu kulturnya sama,” terangnya. 

Dijelaskan pula, saat ini tidak sedikit yang menjadi petani budidaya ikan secara otodidak. Untuk itu melalui Bimtek budidaya udang Vaname ini para petani budidaya ikan bisa mendapatkan pendidikan (edukasi) terkait budidaya udang Vaname.  “ Budidaya udang vaname ini  ternyata tidak bisa modal otodidak saja. kami banyak bercerita dengan salah satu petani yang berhasil (Pak Sulaiman), memang intinya bermain udang itu bukan memelihara udangnya tetapi mentreatment airnya. Harapannya ini bisa dilakukan di setiap daerah seperti Wonokerto, Siwalan dan Tirto, Ternyata memang masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal .Dan dengan bimtek ini harapannya mereka memahami akan budidaya dan mempraktekkan ilmunya, “ pungkas Riswadi

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs Sirhan dalam laporannya menyampaikan tujuan kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya Ikan Air Payau ( Bimbingan Teknis Budidaya Udang Vaname )Tahun 2021 adalah untuk memotivasi para pelaku usaha perikanan dalam meningkatkan pengetahuan sehingga dapat meningkatkan produksi dan nilai produksi perikanan budidaya. Adapun sasarannya adalah para pembudidaya air payau dan air tawar. Peserta bimtek sebanyak 310 orang yang terbagi dalam 7 angkatan.(Ar-Kominfo)

TrendingMore