Jabar

Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Pandi,S,E: menilai Perda no 12 tahun 2017 mandul

Jurnal.5
Sabtu, 04 Desember 2021, 19:11 WAT
Last Updated 2021-12-04T12:11:05Z


Jurnal5 Com. Cirebon, - Anggota DPRD kabupaten cirebon bersama para kuwu dan perangkat desa serta toko masyarakat mengadakan kegiatan tentang wawasan kebangsaan dan penanganan sampah, yang  bertempat di aula kantor kecamatan kapetakan,kabupaten cirebon,jawa barat,jum'at 3/12/2021 


Acara tersebut di hadiri oleh Pandi,S,E anggota dewan dari praksi PKB ,Tarseni dari partai demokrat,H.mulus Trisla Ageng,S,E,asda 1 Drs.H.Asdulah,MM,camat kecamatan kapetakan Drs.R.Kaenudin M,si,para kuwu kecamatan kapetakan dan ekbang/kaur umum ,ketua bumdes /bumdesma serta toko masyarakat ,acara tersebut berjalan tertib dan aman.


Pandi,S,E anggota DPRD kabupaten cirebon dari praksi PKB   mengatakan bahwa mengenai permasalahan sampah di kabupaten cirebon sangat prihatin dan perlu banyak pembinaan,maka dari itu anggota dewan kabupaten cirebon berinisiatif untuk merubah perda no 12 tahun 2017 karena perda ini sudah tidak berjalan alias mandul artinya tidak bisa di laksanakan baik oleh eksekutif maupun masyarakat,sehingga akan ada perda yang baru untuk mengatur tentang penanganan sampah di kabupaten cirebon,ujar Pandi,S,E.


"Kami mendorong pengelolaan sampah ini bisa berjalan, baik teknis maupun management dan kesadaran masyarakat bisa muncul kembali," tegasnya.


Pandi,S,E juga mengatakan dengan adanya kegiatan sosialisasi ini,maka kami ingin di tahun 2024 bisa bebas sampah yang kita dengar TPS/TPA yang di progres oleh pemda masih banyak hambatan,misalnya di gunung santri itu masih ngontrak,dan di kubang deleg tentang pembebasan tanah sekaligus insfrastrukturnya,ini salah satu upaya dari anggota dewan kabupaten cirebon dalam hal penanganan sampah tersebut,"kata pandi.


"Soal bak kontainer yang di keluhkan pemdes di kabupaten cirebon,kami sudah mendorong pemda untuk bisa menberikan kelonggaran untuk operasional dan penggunaan pengadaan sampah,jadi pemdes bisa menganggarkan dari dana desa,"pungkasnya.


Melalui diskusi wawasan kebangsaan ini,

kami ingin eksekutif dengan legislatif bisa sejalan artinya eksekutif ingin membuat rencana di dukung oleh legislatif dan begitu juga legislatif kalau merencanakan memberikan masukan aspirasi masyarakat harus terealisasi sesuai dengan anggaranya,maka di buatlah peraturan daerah yang kita bahas adalah perda tentang pengeloahan sampah dan perda terkait bumdes dan bumdesma sehingga bisa berjalan efektif,"kata dewan pandi tersebut.


"mudah -mudahan setelah adanya pengesahan perda ,masyarakat bisa mengetahui dan ada edukasi,adapun perda yang baru sedang proses tinggal menunggu pengesahanya saja,insya allah perda ini di paripurnakan ahkir tahun ini,"terangnya.


Kami berharap persoalan sampah bisa di selesaikan dari hulu ke hilir,dari penghasil sampah rumah tangga,pabrik serta lingkungan harus di selesaikan masing - masing,sehingga sampai di TPA tinggal residu saja tidak menumpuk ataupun menggunung,"harapnya.


Mengenai anggaran dalam pengelolaan sampah menurut kami tidak ada persoalan ,tinggal kemauan daripada pemdes itu sendiri,kita tinggal menunggu pengesahan perda saja,"tegas pandi.


Sementara kuwu desa grogol kecamatan kapetakan 'Suyatno' mengatakan bahwa persoalan sampah di desanya masih belum beres,walaupun sudah dapat bantuan untuk bak sampah,namun belum bisa di gunakan,karena masih menunggu bak kontainer untuk pengangkutan sampahnya,"kata kuwu yatno.


" kami sudah mengajukan bantuan bak kontainer ke dinas LH ,tapi sampai saat ini belum di realisasi,bahkan dari dinas LH diarahkan ke dewan pengajuanya biar cepat ,"tegas kuwu yatno panggilan akrab kuwu grogol.




Kami sudah koordinasi dengan dewan mulus,dan alhamdulilah dewan mulus akan metealisasikan secepatnya untuk bak sampahnya,"katanya.


" pengangkutan sampah di desa grogol di lakukan dengan memakai mini car (odong -odong) dan TPS bertempat di samping ki buyut selawe,"terang kuwu grogol tersebut.


Kami berharap kepada  anggota dewan agar pengajuan terkait bak sampah bisa secepatnya bisa turun dan bisa terealisasi agar penangan sampah di desa grogol bisa beres tidak ada kendalah,"harapnya.




Laporan: Sana

TrendingMore