Daerah

Pengacara Toni "RM" : Hati-hati Menggunakan Nama Orang Lain Dalam Beli Barang Kredit

Jurnal.5
Sabtu, 04 Desember 2021, 08:30 WAT
Last Updated 2021-12-04T01:30:19Z


Jurnal5.com - Indramayu - Beli kredit barang pakai nama orang lain seolah- olah orang lain yang kredit, padahal buat dirinya sendiri. Itu berarti penipuan dengan mamakai nama palsu.


Hal tersebut disampaikan oleh pengacara Toni melalui akun media sosialnya "Toni RM", Jumat 3/12/2021.


Pengacara Toni atau masyarakat umum lebih mengenalnya dengan sebutan Toni RM, tidak bosan-bosannya mengedukasikan ilmu hukum terhadap masyarakat lewat akun media sosialnya.


Edukasi yang sampaikan disertai implementasi pada perkara yang ditanganinya, Toni RM memberikan contoh langsungnya.


Toni RM menyatakan Ini kasus ALS, warga Blok Wagir RT 001 RW 006 Desa Gantar Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu. Kerugian Rp1 milyar lebih.


"Beli kredit barang pakai nama orang lain seolah- olah orang lain yang kredit, padahal buat dirinya sendiri. Itu berarti penipuan dengan mamakai nama palsu", Ujar Toni RM.


Toni RM juga menegaskan pada pasal 378 KUHP : Barangsiapa dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak, baik dengan memakai nama palsu atau keadaan palsu, baik dengan akal dan tipu muslihat, maupun dengan karangan perkataan- perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan sesuatu barang, membuat utang atau menghapus piutang, dihukum karena penipuan, dengan hukuman penjara selama-lamanya empat tahun.


Toni RM menambahkan, Kemudian jangan dikira kalau pembelian barang yang sudah dicicil kemudian jadi perdata, kalau korbannya lebih dari satu orang maka itu modus kejahatan dari tindak pidana penipuan sebagai mata pencaharian. Pelakunya bisa dijerat dengan Pasal 379a KUHP yang berbunyi : 



“Barang siapa menjadikan sebagai mata pencaharian atau kebiasaan untuk membeli benda- benda dengan maksud supaya dengan tanpa pembayaran seluruhnya, memastikan kekuasaanya terhadap benda- benda itu, untuk diri sendiri maupun orang lain diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun", tutup Toni RM.( Wawan )

TrendingMore