DaerahRagam

SAPMA PEMUDA PANCASILA, KEKUATAN BARU ORMAS PEMUDA PANCASILA HADAPI DIGITALISASI ZAMAN

Jurnal.5
Senin, 27 Desember 2021, 21:01 WAT
Last Updated 2021-12-27T14:01:50Z

Palembang - Pemuda Pancasila telah bertransformasi merubah bentuk dari OKP menjadi ORMAS pada Mubes Pemuda Pancasila tahun 2001 di Jakarta. Hal ini mengingat semakin besar tantangan organisasi yang dihadapi dalam era global maka dibutuhkan perubahan besar. Pemuda Pancasila yang tadinya didirikan oleh Jenderal-jenderal TNI Angkatan Darat yang tergabung dalam Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), namun sejak awal Pemuda Pancasila tegas memegang teguh dan konsisten bahwa lahirnya Pemuda Pancasila karena panggilan sejarah, bukan lahir atas kepentingan politik atau atas kepentingan partai politik atau kepentingan kelompok, maka ketika IPKI menjadi sebuah partai politik dan mengikuti pemilu, Pemuda Pancasila menyatakan diri sebagai organisasi independen yang tidak dibawah naungan partai politik apapun hingga sekarang.

Tahun 1988, melalui Forum Majelis Pimpinan Paripurna Pemuda Pancasila di Kota Medan, Pemuda Pancasila  membentuk sebuah perangkat organisasi yaitu Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP). Dan pada tahun 2014, dalam Munas I SAPMA PP merubah bentuk menjadi Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) bersifat otonom dengan adanya Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Organisasi tersendiri namun tetap dibawah naungan ormas Pemuda Pancasila dan mengikuti peraturan perundang-undangan republik Indonesia berhimpun dalam wadah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Ormas Pemuda Pancasila memberikan suatu kepercayaan serta ruang dan waktu bagi Pemuda Pemudi Intelektual  Indonesia yang tergabung dalam SAPMA PP untuk berekspresi membangun bangsa dan diberikan hak untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Saat ini SAPMA PP sudah terbentuk di semua provinsi, kabupaten, kota bahkan menyebar di tingkat komisariat pada Universitas, Fakultas, Sekolah Tinggi, SMU, SMK, sampai SMP.  Sebagai perangkat organisasi yang otonom, SAPMA PP merupakan gabungan pemuda pemudi Indonesia yang berumur 16-40 tahun baik yang berstatus ataupun tidak berstatus mahasiswa, pelajar dan siswa. Dua karakter dari tiga elemen bangsa disatukan dalam sebuah organisasi nasionalis.

"Dari 17 kabupaten/kota di provinsi Sumatera Selatan, SAPMA PP telah terbentuk definitif di 9 kabupaten/kota yaitu Palembang, Lubuklinggau, Prabumulih, Pagaralam, Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Lahat, Muara Enim dan Banyuasin dengan komisariat berjumlah 35 komisariat, semuanya adalah hasil Muscab I PC SAPMA PP dan Muskom I, dan sedang persiapan menjelang Muscab II dan Muskom II. Saat ini PW SAPMA Sumsel segera menggelar Muscab I untuk mendefinitifkan PC SAPMA PP di OKU, OKUT, OKUS, Pali, Musi Banyuasin, Pali, OKI dan Ogan Ilir melalui Caretaker yang sudah ditugaskan. Caretaker ini akan berkoordinasi dengan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten/kota selaku Ketua Dewan Pembina PC SAPMA PP Kabupaten/kota" jelas M. Reza Farisyi, Ketua PW SAPMA PP Provinsi Sumsel didampingi oleh Sekretaris Azhari Harris dan Kabid. OK, Anggie Anggara.

Seperti halnya dijelaskan dalam Rapat Pleno PW SAPMA PP Sumsel oleh Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Selatan, M. Yansuri, SIP selaku Ketua Dewan Pembina PW SAPMA PP Sumsel bahwa SAPMA PP merupakan anak dari Ormas Pemuda Pancasila yang diberikan kewenangan untuk mengatur rumah tangganya sendiri dalam segala aktivitasnya, kita selaku bapak hanya memonitoring, memberikan pembinaan, pengarahan, karena SAPMA PP adalah generasi muda penerus Ormas Pemuda Pancasila yang bergerak dibidang kepemudaan, ruang lingkup ini haruslah SAPMA PP yang diberikan peran terdepan dalam mengisinya. Berikan seluas-luasnya kepercayaan dan ruang gerak SAPMA PP dalam bidang kepemudaan dan olahraga sehingga paradigma dan pandangan global dapat diinisiasi oleh SAPMA PP, itulah harfiah dari sifat "otonom". Meskipun SAPMA PP mempunyai garis komando instruktif tersendiri namun dalam menuju Ormas yang modern tentu dukungan dan support dari Majelis Pimpinan Ormas Pemuda Pancasila tetap diperlukan sebagai bentuk pembinaan dan pengarahan yang konsisten terhadap SAPMA PP, makanya Ketua Majelis Pimpinan Ormas Pemuda Pancasila secara otomatis menjadi Ketua Dewan Pembina SAPMA PP. Ketika SAPMA PP besar, maka secara otomatis Ormas Pemuda Pancasila pun akan semakin besar, karena pemahaman persepsi visi dan misi SAPMA PP dan Ormas Pemuda Pancasila tidak berbeda, karena satu kesatuan idiologis, historis dan organisatoris dalam mewujudkan cita-cita tujuan dan pokok-pokok perjuangan ormas Pemuda Pancasila.

PW SAPMA PP Provinsi Sumsel terus melakukan terobosan dalam hal konsolidasi organisasi, sehingga diharapkan PC SAPMA PP Kabupaten/kota kedepan harus mandiri dalam menjalankan roda organisasi, salah satunya pemberdayaan digitalisasi potensi dan peluang kader yang berkesinambungan dengan daerah masing-masing.

Trend digital harus secara adaptif diplot menjadi kekuatan baru organisasi, karena jika tidak maka organisasi tersebut akan tenggelam dan hilang. "Metaverse" yang diungkapkan Presiden Republik Indonesia itu sudah nyata didepan mata, kita harus menangkap itu menjadi peluang kader muda dalam memajukan organisasi dengan potensi baru, inilah salah satu lompatan besar Indonesia karena pandemi, kita didorong ke alam Metaverse, dan MPC Pemuda Pancasila se-Sumatera Selatan harus bisa mendorong dan mensupport  PC SAPMA PP nya untuk mengembangkan diri menghadapi dunia baru, potensi dan peluang di setiap kecamatan yang dilaporkan PAC Pemuda Pancasila bisa kolaborasi secara digitalisasi dengan PC SAPMA PP, serta didukung oleh jaringan perangkat ormas Pemuda Pancasila lainnya." jelas RM. Ari Maulana, Sekretaris Dewan Pembina PW SAPMA PP Sumsel yang juga Kabid. Organisasi dan Keanggotaan MPW Pemuda Pancasila Prov. Sumsel. 

SAPMA PP harus menjadi kekuatan baru bagi Ormas Pemuda Pancasila dalam menghadapi tantangan moderenisasi zaman yang semakin cepat melesat.
Bidang Organisasi dan Keanggotaan MPW PP Sumsel bersama PW SAPMA PP Sumsel saat ini sedang merancang dan mendesain digitalisasi organisasi Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Selatan, lebih  cepat, lebih gress, lebih updating, lebih ekonomis dan praktis, dalam waktu dekat akan dipaparkan dengan Ketua MPW dan akan kita sosialisasikan ke MPC Pemuda Pancasila se-Sumatera Selatan. Kita yang pertama dan cetak sejarah.


Deni - Rikka

(  )

TrendingMore