OpiniRagam

SELAMAT JUMPA LAGI KANDA (1) Oleh Juftazani

Jurnal.5
Kamis, 23 Desember 2021, 12:16 WAT
Last Updated 2021-12-23T06:16:44Z



Apa kabar kanda?
Derai airmata pertanda kau hadir dalam wiridku pagi ini
Sepucuk kembang tergeletak tanda bahagia kanda Taufik dan kanda Wirmiati
Salam sejahtera untuk kanda berdua
Harum surga tercium dari tempat dudukku di mesjid al-Mujahidin yang indah ini




Dalam dzikirku yang teramat indah di hari Rabu
Kanda datang menyelinap
Membuka pintu mesjid dan tiba-tiba kusadari
Kanda berdua hadir di dhadapanku
Haru dan rindu menyatu dalam ruhku
Kuingat sebuah syair lagu surga yang mengiringi kedatangan kanda:
“Malam ini aku mesti pulang
Untuk segera tidur di kamarku yang gelap
Meskipun sebenarnya aku ingin tetap tinggal
Untuk menikmati bintang untuk menikmati bulan” (2



Oh, betapa ingin aku berlama dengan kanda
Tapi perjumpaan yang indah ini cuma semenit
Mengapa begitu cepat kanda pulang kembali ke rumahmu di pintu surga?
Apa yang diajarkan Guru Mursyidku begitu nyata
Katanya (3
Syekh Muhammad Fathurrahman: Dalam kitab Ar-Ruh, seseorang yang sudah meninggal dapat mengunjungi sahabatnya, keluarganya yang masih hidup di dunia
O itu kualami sekarang
Kanda datang dan mungkin dinda kangen sama kanda berdua
Ingat ketika pertama kanda membawaku dengan andong
Di pagi yang ramai tahun 1980
Pengendara sepeda ramai sekali untuk kuliah
Untuk menemui guru-guru mereka di kampus yang indah
Waktu itu kita baru turun dari Kereta Jakarta – Jogja
Dan itu untuk pertama kali kakiku menginjakkan kaki di kota Jogja
Tiba-tiba airmata berderai lagi
Aku tak ingin berpisah begitu cepat
Duduklah kanda
Tapi bibirku terus bergetar mengucapkan kata-kata langit yang diijazahkan Guru Mursyidku:
Laailaahaillallah Muhammadurrasulullah fikullilamhatin wanafasin ‘adada mawasi’ahu ‘ilmullah
Itulah kalimat indah yang mengiringi kita dalam perjumpaan sesaat pagi ini
Kanda
Semoga di hari mendatang kita bisa bertemu lagi
Dan lagu indah dari surga yang dinyanyikan Abdul Ghaffar Abit itu terus terngiang di kupingku
Serasa kita melambung dalam kenikmatan surga di alam sana
Musiknya sangat indah dengan melodi-melodi surga yang indah
Salam kanda Taufik dan kanda Wirmiati
Adindamu yang selalu merindukanmu
Juftazani

Tangerang, 22 Desember 2021

1). Puisi ini aku tulis sesaat setelah pertemuan dengan Pak Taufik dan Uni(Mbak) Wir) yang datang di saat saya melaksanakan dzikir pagi ini (Rabu 22 Desembher 2021) di mesjid Mujahidin, lebihkurang 1km dari rumah saya. Sehabis membaca al-Quran 1 ½ juz antara Pk 05.00 sampai Pk 07.30 WIB, saya melanjutkan dengan wirid dzikir antara pl 07.30 sampai pk 08.00 WIB. DI saat dzikir itulah saya kedatangan kakanda tercinta Taufik Ahmad Dardiri dan Wirmiati Ahmad. Ingatanku tak lepas dari beliau berdua , sementara lidahku basah dengan dzikir dan airmata berlinang tak tertahan. Allahu Akbar. Inilah berkahku berada dalam Tarekat Idrisiyyah, diberi kenikmatan berjumpa dengan orang tersayang yang pernah memudahkanku menimba ilmu di Fakultas Adab IAIN (UIN) Sunan Kalijaga Jogjakarta. Semoga Allah membalas semua kebaikan untuk beliau berdua. Tarekat Idrisiyyah telah memberi bukti kepada saya , bahwa saya telah dipertemukan dengan ruhani orang yang sudah meninggalkan dunia fana. Itu atas berkah dan karamah Guru Mursyid kami, Syekh Muhammad Fathurrahman Ra. Semoga pengalaman ini bisa terulang lagi dan saya beserta kanda Taufik Ahmad Dardiri dan kanda Wirmiati diliputi rasa bahagia. Pertemuan di alam ruhani. 
2. Lagu Hidup 2 dari Ebit G Ade.  
3. Kata Syekh Muhammad Fathurrahman dalam sebuah ceramah (Tausiyah)nya dalam sebuah pengajian akbar dengan murid-murid Tarekat Idrisiyyah di Tasikmalaya.

Laporan: Jal

TrendingMore