Ragam

Bidang hukum lembaga aliansi Indonesia badan penelitian aset negara provinsi Banten laporkan PT. Tower Indonesia.

Jurnal.5
Kamis, 19 Mei 2022, 12:40 WAT
Last Updated 2022-05-19T05:40:26Z

Pandeglang|Proyek pendirian tower Base Transceiver Station (BTS) yang berlokasi di desa tamanjaya kecamatan sumur diduga belum kantongi Izin mendirikan bangunan/menara, meski diduga belum mengantongi Izin maupun rekomendasi dari Dinas Komunikasi dan Informatika dan warga setempat namun pihak pengusaha nekat membangun menara tersebut.

Saat tim bidang hukum lembaga aliansi Indonesia badan penelitian aset negara provinsi Banten melakukan investigasi dan penelitian tepatnya pada hari selasa tanggal 10 Mei 2022 dilokasi kegiatan pembagunan menara telekomunikasi milik PT. Tower Indonesia yang berlokasi dikampung pendeuy desa tamanjaya kecamatan sumur diduga tidak mengantongi ijin atau rekomendasi dari pemerintah daerah kabupaten pandeglang.

“Mantan kepala desa tamanjaya selaku pemilik lahan tanah yang disewa perusahaan PT. Tower Indonesia saat ditemui tim bidang hukum, mengatakan tidak tau dan belum pernah melihat atau menerima salinan tentang perijinan adanya pembangunan menara di atas lahan tanahnya sendiri." *Ucap sarju wahyudin mantan kepala desa tamanjaya*

Melalui aspirasinya dan atau pengaduan ke tim bidang hukum aliansi Indonesia mengatakan bahwa jangankan memperlihatkan perijinan pembangunan menara telekomunikasi, sosialisasi pun tidak ada " Ucap warga,"

Ditempat yang berbeda, tim bidang hukum menemui pihak perusahaan "Mulyana" Dan rekan yang mengaku sebagai koordinator PT. Tower Indonesia, di rumah kediamanya dan menanyakan perihal perijinan menara telekomunikasi yang saat ini dibangun di desa tamanjaya kecamatan sumur, cuma sangat disayangkan pak mulyana dan rekan jangankan memberikan salinan legal standing perusahaan keberadaan pak mulyana dan rekan selaku koordinator perusahaan pun tidak jelas karena tida ada SPK dan atau surat surat yang bersifat mengikat dengan perusahaan PT. Tower Indonesia alias diduga bodong. 

Sementara itu, Agus T. Sekretaris bidang hukum lembaga alainsi Indonesia bandan penelitian aset negara provinsi Banten menyayangkan aktifitas pembangunan tower tersebut yang terkesan memaksa membangun walau diduga belum kantongi Izin dari dinas terkait. 

Berdasarkan aspirasi dan pengaduan dari warga yang senada dengan BPD Tamanjaya "ibu cicih" Juga Kades tamanjaya "Ade Sutonih" Agar kegiatan pembangunan menara tower telekomunikasi dihentikan sementara sampai dengan adanya dapat memenuhi kewajibannya sesuai aturan hukum dan atau peraturan pemerintah yang berlaku. 

Pembangunan itu harus mengikuti aturan hukum yang berlaku, seperti Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 02/Per/M.Kominfo/03/2008 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Menara Bersama Telekomunikasi (Permenkominfo02/2008).

Selain Permenkominfo, aturan juga di perkuat dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Komunikasi dan Informatika dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 18 Tahun 2009; Nomor: 07/Prt/M/2009; Nomor: 19/Per/M.Kominfo/03/2009; Nomor: 3 /P/2009 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Bersama Menara Telekomunikasi (Peraturan Bersama Menteri), kata Agus T. 

“Jadi, apabila pembangunan menara tidak sesuai prosedur, yakni tidak memiliki izin mendirikan menara dan syarat-syarat lainnya, maka berdasarkan Pasal 21 Permenkominfo 02/2008, Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah dapat memberikan sanksi administratif berupa teguran, peringatan, pengenaan denda, atau pencabutan izin sesuai dengan peraturan perundangan-undangan. Jadi kalo belum mengantongi izin seharusnya di tindak,” tegas Agus T. 

Saat di konfirmasi awak media ketua bidang hukum di ruangan kerjanya " A. Rahidi " Menyampaikan "berkaitan dengan adanya konflik yang terjadi ditengah Tengah masyarakat perihal adanya penolakan sementara dari pihak warga, BPD dan kades terhadap pembangunan menara PT. Tower Indonesia didesa taman jaya kecamatan sumur kab Pandeglang yang diduga ilegal, kami sudah laporkan ke instansi terkait. "A rahidi" Pungkasnya.(Kaji)

TrendingMore