Berita TerbaruRagam

Ratusan Masa Aksi dan Spanduk bertuliskan ' Turunkan Nina pulangkan ke Jakarta '

Jurnal.5
Rabu, 21 September 2022, 08:46 WAT
Last Updated 2022-09-21T01:46:10Z

Indramayu -Masa Aksi yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Indramayu (ARI) melakukan Unras di Pendopo dan Kantor DPRD Indramayu,Titik Kumpul masa aksi di Gor singalodra (GS) Indramayu kemudian Longmarch menuju Kantor Bupati.Masa yang tergabung dari Aliansi Pelajar menggugat (APM),Forgopora, Aliansi Rakyat Indramayu (ARI),Pusat advokasi kesenian Indramayu (PAKSI),LIRA,Petani,Nelayan dan Budayawan Indramayu,20/09/2022


Ratusan masa bergerak menuju Pendopo Indramayu dan berorasi,Namun sangat di sayangkan Bupati tidak menemui masa Aksi, Masapun terus melakukan Orasi dengan menggaungkan ' Turunkan Nina Pulangkan ke Jakarta ' dengan Rasa kecewa dan Melanjutkan Longmarch menuju Kantor DPRD Indramayu.



Masa Aksi menyuarakan tuntutan di antaranya tentang,Perizinan/Infrastruktur skala prioritas,Ketidak harmonisan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu,Bubarkan Perumda,Tegakan Reforma Agraria,Bayar honor guru madrasah dan nakes satgas Covid - 19,Batalkan 6001 penari topeng yang biayanya di bebankan kepada wali murid dan Dana BOS setiap sekolah,Batalkan rencana APBD yang tidak berpihak kepada rakyat,Kriminalisasi Banprov RSUD Indramayu,Tolak Marger Sekolah Dasar,Usut dugaan pengondisian proyek APBD,Terapkan SOP Distribusi pupuk subsidi dan Bubarkan DPMPTSP.



Masa Aksi yang sudah berkumpul di depan gedung DPRD sempat memanas karena Masa Aksi ingin masuk dan bertemu langsung dengan Wakil Rakyat Indramayu,pintu gerbang di jebol oleh masa aksi, Dengan terbukanya gerbang kantor DPRD akhirnya Pihak DPRD menemui dan menenangkan masa aksi yang sudah membuka gerbang tersebut.


Masa Aksi yang mengatasnamakan Aliansi rakyat Indramayu (ARI) mendesak Anggota DPRD Indramayu untuk melakukan Hak angket, Aspirasi yang di sampaikan oleh masa pendemo langsung di terima oleh Ketua DPRD H.Syaefudin SH dan Wakil DPRD Indramayu H.Turah


H.Syaefudin ketua DPRD Indramayu usai menemui masa Aksi saat di wawancara oleh awak Media mengatakan Sangat menghargai dan menghormati atas Aspirasi yang sudah di sampaikan oleh para Pendemo Masyarakat Indramayu

"Itu kan Aspirasi yang di sampaikan oleh masa Pendemo Namun dari kami punya mekanisme,betul salah satu Hak anggota DPRD adalah Hak Angket, sebelumnya sudah melakukan Hak Interpelasi.Tentunya semua itu pasti ada mekanisme dan Prosedur yang harus di tempuh,"Ujar Ketua DPRD Indramayu.


Sementara Masdi selaku Koordinator Umum (Kordum) Menjelaskan terkait masalah perijinan di rasa masih tebang pilih dan masalah Dinas Perijinan ini masih berpusat dan fokus pada Bupati.


"Terkait perijinan saya rasa mereka masih tebang pilih dan Dinas Perijinan ini masih berpusat dan Fokus pada Bupati,Maka dari itu Dinas Perijinan lebih baik di Bubarkan saja," Tegas Masdi



Saat di Singgung Soal keinginan dari Warga dan Masa pendemo yaitu,"yang pertama menurunkan Bupati dan Pulangkan ke Jakarta,Karena kami sudah Jerah dengan keputusan dan kebijakan Beliau yang tidak berpihak pada Masyarakat,Salah satu Contohnya Honor guru guru Madrasah belum di Keluarkan,Honor Nakes pada saat Covid-19 Kemaren Belum di keluarkan,terkait Tari topeng 6001 di bebankan oleh wali murid,"Pungkasnya.


Masa Aksi pendemo membubarkan diri dengan aman,tertib dan Kondusif setelah Pihak DPRD menyetujui tuntutan dari masa pendemo segera laksanakan HAK ANGKET. (Maskani)

TrendingMore