Jurnal5.com
Senin, 13 Oktober 2025, Oktober 13, 2025 WIB
Last Updated 2025-10-13T07:16:27Z
Daerah

‎percepat program Universal Health Coverage (UHC) LSM Garda Patriot Bersatu Lakukan Audensi Di Gedung DPRD Cianjur

Advertisement

‎Laporan  : Budi panca 
‎Cianjur Jurnal5.Com// Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Patriot Bersatu (GPB) melakukan audiensi dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Jumat (22/8/2025), membahas percepatan program Universal Health Coverage (UHC) prioritas.
‎Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat DPRD Cianjur ini turut menghadirkan perwakilan dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Disdukcapil, BPJS Kesehatan, dan RSUD Sayang Cianjur.
‎Ketua DPD LSM Garda Patriot Bersatu Kabupaten Cianjur, Regi Muharam, menegaskan pihaknya serius mengawal agar UHC prioritas segera tercapai.
‎“Audiensi ini kami lakukan untuk mendesak eksekutif dan legislatif sama-sama mendorong program UHC prioritas di Kabupaten Cianjur, sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan,” ujarnya.
‎Regi menambahkan, berdasarkan keterangan BPJS Kesehatan Cabang Cianjur, daerah ini diproyeksikan akan meraih predikat UHC prioritas selambat-lambatnya September 2025.
‎“Jika status itu tercapai, masyarakat yang tidak memiliki kartu BPJS cukup membawa KTP saat berobat ke RSUD. Secara otomatis mereka akan didaftarkan dan kepesertaannya langsung aktif,” jelasnya.
‎Selain itu, pihaknya juga menekankan agar rumah sakit, khususnya RSUD Sayang, melakukan persiapan dari segi administrasi, sarana, dan prasarana.
‎“Kami akan terus mengawal, berkomunikasi, dan berkoordinasi dengan semua pihak sampai UHC prioritas benar-benar terwujud. Harapannya, setelah program ini berjalan, masyarakat tidak lagi takut berobat karena biayanya sudah ditanggung pemerintah,” tutur Regi.
‎Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Cianjur, Rian Purwa Wiwitan, menyampaikan pihaknya sejak awal sudah mendorong agar program UHC segera terealisasi.
‎“Dari sisi regulasi kami kuatkan, dari sisi anggaran kami prioritaskan. Bahkan, 9 dari 12 anggota Komisi IV juga merupakan anggota Badan Anggaran, sehingga dorongan untuk UHC ini lebih masif,” ungkapnya.
‎Rian menjelaskan, salah satu kendala yang dihadapi adalah tingkat keaktifan peserta BPJS yang belum mencapai standar minimal 80 persen. Untuk itu, DPRD bersama dinas terkait melakukan monitoring hingga ke perusahaan-
‎perusahaan agar pekerja dan keluarganya terdaftar sebagai peserta BPJS. “Kami juga mendorong CSR perusahaan ikut membantu membiayai kepesertaan BPJS bagi warga sekitar,” katanya.
‎Terkait penonaktifan 126 ribu peserta BPJS oleh Kementerian Sosial, Rian menuturkan bahwa beban kepesertaan tersebut kini ditanggung oleh APBD Kabupaten Cianjur melalui skema PBI daerah.
‎“Dengan langkah ini, kami optimistis Cianjur bisa meraih predikat UHC prioritas pada September 2025, atau paling lambat awal tahun 2026,” tegasnya.