Jurnal5.com
Sabtu, 11 Juli 2026, Juli 11, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-11T01:15:45Z
Ragam

Diduga Oknum Mengaku Wartawan RNTV Intimidasi Kepala Kampung di Baradatu

Advertisement
WAY KANAN ,- JURNAL 5 com Sejumlah orang yang mengaku sebagai wartawan RNTV Bandar Lampung diduga melakukan tindakan tidak terpuji di Kampung Bumi Rejo, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan. Kedatangan mereka selama dua hari berturut-turut membuat aparatur dan warga setempat resah.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 8 Juli 2026 dan Kamis, 9 Juli 2026.

Kepala Kampung Bumi Rejo, Suardi, menceritakan kronologinya. Pada Rabu, 8 Juli 2026 dirinya sedang tidak berada di rumah karena bertandang ke kediaman saudara di Palembang.
"Istri saya bercerita, ada sekelompok orang mengaku wartawan RNTV. Sebelum ke rumah, mereka sempat ke kantor kampung dan menanyakan keberadaan saya dengan nada membentak kepada staf. Setelah itu langsung mendatangi rumah. Cara masuknya tidak sopan, tidak melepas alas kaki, dan nada bicaranya juga tinggi," ujar Suardi saat ditemui di kediamannya, Kamis, 9 Juli 2026.

Keesokan harinya, Kamis 9 Juli 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, rombongan yang sama kembali datang. Saat itu Suardi sudah berada di rumah dan menerima mereka di ruang tamu.
"Mereka datang menggunakan dua unit mobil, Toyota Rush dan Avanza. Jumlahnya sekitar 10 orang, terdiri dari 7 laki-laki dan 3 perempuan. Mereka juga membawa kamera handycam berukuran besar. Kesannya seperti ingin menakut-nakuti," kata Suardi.

Dalam pertemuan itu, rombongan tersebut menawarkan kerja sama publikasi. Namun tawaran itu ditolak.

"Maaf Pak, untuk saat ini saya belum bisa menerima kerja sama publikasi karena keterbatasan anggaran," tegas Suardi.

Suardi menyayangkan cara kedatangan rombongan tersebut. 
"Cara mereka masuk rumah tidak beretika. Rasanya seperti didatangi petugas yang akan melakukan penangkapan," ujarnya.

Beruntung suasana tidak memanas. Warga yang mulai berdatangan dan geram sempat memotret mobil mereka. Diduga ada orang di dalam mobil yang memantau situasi, sehingga rombongan itu tidak lama kemudian berpamitan pulang.

"Saya sudah khawatir takut terjadi hal yang tidak diinginkan karena massa sudah berdatangan," tutupnya.

( AYU JURNAL 5 & tim )