Advertisement
LAMPUNG UTARA, JURNAL 5 com Kegiatan tasyakuran sekaligus serah terima Rumah Syukur Layak HUNI SHIDDIQIYYAH FATCHAN MUBIINA DPD OPSHID FKYME Lampung Utara digelar di Dusun 9 Dorowati, Lampung Utara, pada Minggu (1/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Penagan Ratu, Taufik, jajaran RT/LK, serta masyarakat setempat. Acara berlangsung dalam suasana penuh rasa syukur dan kebersamaan atas selesainya pembangunan rumah layak huni bagi warga.
Ketua DPD OPSHID FKYME Lampung Utara menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh warga Dorowati yang telah memberikan dukungan selama proses pembangunan rumah tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh warga Dorowati yang telah memberikan support, baik tenaga maupun dukungan lainnya, sehingga
pembangunan Rumah Syukur Layak Huni ini dapat terlaksana,” ujar Ketua DPD OPSHID.
Sementara itu, Kepala Desa Penagan Ratu, Taufik, menegaskan bahwa program Rumah Syukur Layak Huni tersebut merupakan kegiatan sosial dan kemanusiaan yang tidak berkaitan dengan kepentingan politik.
Taufik juga menjelaskan bahwa pendanaan pembangunan rumah tersebut bukan bersumber dari APBD maupun APBN, melainkan berasal dari lembaga dan dukungan swadaya masyarakat.
“Program ini tidak ada kaitannya dengan politik. Dana pembangunan rumah ini bukan berasal dari APBD maupun APBN, tetapi merupakan dukungan dari lembaga serta swadaya masyarakat,” kata Taufik.
Ia menambahkan, dukungan terhadap program tersebut datang dari sejumlah wilayah, antara lain Dorowati, Purbasakti, Muara Sungkai, dan Bunga Mayang.
Taufik juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Dorowati yang telah bergotong royong memberikan sumbangan serta tenaga demi terwujudnya pembangunan Rumah Syukur Layak Huni.
Program Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubiina sendiri disebut telah membangun sejumlah rumah layak huni di beberapa wilayah. Di antaranya tiga rumah di Purbasakti, dua rumah di Karang Rejo, Muara Sungkai, serta satu rumah di Dorowati.
Kegiatan tasyakuran dan serah terima rumah di Dorowati ini sekaligus menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan semangat gotong royong masyarakat.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari momentum memperingati 98 tahun Sumpah Pemuda dan lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang bersejarah sejak 28 Oktober 1928 hingga 28 Oktober 2026.
Semangat persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat dari program sosial dan kemanusiaan seperti Rumah Syukur Layak Huni.
( AYU )
